Tak Terima Di Tuduh, I Gede Ogah Memaafkan : “Saya Tidak Akan Mau Berdamai”

IMG-20260918-WA0619

 

Berita Aktual Kalimantan
Kotabaru-18/09/2026

Dugaan penghinaan terhadap agama dan penyebaran fitnah melalui siaran langsung lewat aplikasi TikTok memuncak ke ranah hukum.

Suhermanto, yang diketahui sebagai pengurus Forum Xtrans Rawa Indah Desa Bekambit Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, kini resmi dilaporkan ke kepolisian Polres Kotabaru atas pernyataan-pernyataan yang dinilai Pelapor melanggar hukum dan merugikan pihak lain.

I Gede Suarsana diketahui telah menerima panggilan dan telah selesai pemeriksaan atas undangan Klarifikasi sejak tanggal 11 September 2026, sebagaimana surat Panggilan nomor : B/140/IX/RES.1.14/2026/Satreskrim Polres Kotabaru.

Peristiwa bermula dari live TikTok yang dilakukan Suhermanto bersama Babeh Aldo.

Dalam tayangan live tersebut, Suhermanto berulang kali menyampaikan pernyataan yang meragukan keyakinan orang lain, menyebut nama secara langsung dengan kalimat yang dinilai menghina agama, bahkan ia menyatakan I Gede Suarsana suka berpindah pindah agama, Menurut I Gede sebagai Pelapor hal tersebut dinilai sangat tidak pantas dan melanggar norma serta ketentuan hukum yang berlaku.

Tak hanya pernyataan yang menghina Agama, Suhermanto juga diduga menyebarkan fitnah berupa tuduhan bahwa I Gede Suarsana terlibat dalam pembatalan kerjasama serta pembatalan ratusan sertifikat tanah milik masyarakat melalui kerja sama dengan BPN setempat.

Tuduhan tersebut dianggap tidak berdasar dan merugikan nama baik pihak yang dituduhkan.

Merespons pernyataan tersebut, pihak yang dirugikan akhirnya melaporkan Suhermanto ke pihak berwajib.(Polisi)

Laporan mencakup dugaan penghinaan terhadap agama serta penyebaran fitnah dan informasi yang tidak benar.

Sebagai alat bukti penguat laporan rekaman siaran langsung(live)
TikTok tersebut turut dilampirkan sebagai bukti.

Kasus ini kini sedang dalam proses penanganan pihak kepolisian. Pihak pelapor berharap perkara ini ditangani secara transparan dan hukum dapat berjalan adil, sehingga menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik maupun media sosial.

I Gede Suarsana dihadapan awak media, mengatakan, saya sebenarnya sudah lama menahan diri, namun setiap kali saya ingat bapak saya dikucilkan di kampung halaman bahkan sampai berhenti jadi pamangku agama Hindu, tentunya saya sudah ambil kesimpulan bahwa saya melaporkan penghinaan dan fitnah terhadap diri saya maka saya tidak akan berdamai dengan Suhermanto meskipun siapapun yang memfasilitasi, biar ada efek jera bagi orang yang sombong dan angkuh itu.”tegas l Gede

Iya juga menerangkan diri nya bersedia berdamai dengan Babeh Aldo karena beliau sudah meminta maaf dan dibuatkan surat perdamaian.

Tegas I Gede mengatakan tapi untuk Suhermanto saya tidak akan bertoleransi memaafkan menerima perdamaian, biar hukum yang bicara, selama ini saya sabar sekali, saya tahu yang memancing Babeh Aldo di tiktok itu siapa makanya saya laporkan, ucap Gede. (Tim)