Aksi Demonstrasi Damai Dari 3 Ormas Besar Di Kalsel Di 4 Titik Berbeda Suarakan Banjir Kalsel Dan KKN.

IMG-20260129-WA0523

 

Berita Aktual Kalimantan
Banjarmasin – 29/01/2026

Aksi unjuk rasa 3 Ormas Besar yang tergabung dari Forpeban Kalsel dan Pemuda Islam Indonesia, FKGLO yang di koordinatori oleh H.DinJaya, Rulli Irawan dan H.Abdurahman di 4 titik berbeda.

Aksi di mulai dari Gedung Wali Kota Banjarmasin , DPRD Kota lanjut Ke DPRD Provinsi dan berakhir di titik akhir yaitu Kejaksaan Negri Banjarmasin jalan kayu Tangi Banjarmasin

Demonstrasi yang di mulai dari Gedung Wali Kota dengan membawa aspirasi permintaan agar Wali Kota bisa segera dapat membenahi drenase yang tersumbat agar tidak menimbulkan masalah banjir., juga menyampaikan agar Wali kota Banjarmasin H.Muhammad Yamin untuk mengevaluasi kinerja oknum Rumah Sakit RSUD Sultan Suriansyah yang di duga masih banyak KKN dalam pelaksanaan proyek di Rumah sakit tersebut.

Tuntutan kepada DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan DPRD Kota Banjarmasin terkait berbagai isu, terutama masalah banjir dan dugaan penyalahgunaan wewenang serta ketidak pedulian anggota dewan dalam masalah banjir yang terjadi baru baru ini di Kalsel.

DPRD Kalsel dinilai tidak proaktif menangani banjir yang diduga akibat pertambangan dan penebangan liar dan DPRD Kalsel diminta menunda dulu proyek stadion internasional karena dianggap tidak mendesak.

Sedangkan DPRD Kota Banjarmasin dikritik karena sering melakukan kunjungan kerja namun tidak peduli saat banjir terjadi.

Badan Kehormatan DPRD Kota Banjarmasin diminta menindaklanjuti dugaan adanya oknum anggota dewan yang bermain proyek.

Aksi diteruskan ke depan Kantor Kejaksaan Negri Banjarmasin menyangkut hasil penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terkait tindak pidana korupsi pengadaan Komputer Server aplikasi dan jaringan untuk jenjang Sekolah Dasar(SD) ditahun 2023.

pertanyaan tersebut di gubris langsung oleh Dimas( Kasi Intel Kejari )
“Dikarenakan kejaksaan negri belum menerima data laporan dan saya akan mempertanyakan kembali ke kejaksaan tinggi.” Ujar Dimas Kasi Intel Kejari

Din jaya ketua FORPEBAN yang di dampingi Ketua Pemuda Islam Kalsel Rolly mendesak agar pemerintahan jangan tutup mata, segera tindak lanjuti permasalahan yang ada jangan berlarut larut.

Ketua FKGLO Kalsel H.Abdurahman menekankan agar kepala pemerintahan sebagai pemangku kepemerintahan agar serius dalam menindak lanjuti dari memikirkan Banua agar tidak terulang lagi musibah banjir sampai issue ada nya Korupsi di tubuh kepemerintahan.

“Kami berharap dengan ada nya aksi ini pemerintah bisa mengambil sikap tegas terhadap issue issue yang ada.” Pecat kalo terbukti , Dan Hukum dengan seadil adil nya.”ujar Ketua FKGLO. H.Rahman yang biasa di sebut.

Di akhiri di Kejaksaan Negri aksi berjalan damai dengan di kawal puluhan anggota polisi hingga menjelang siang 3 organisasi masyarakat membubarkan diri dengan damai dan teratur .

<DnY/BAK>