Sebanyak 100 Driver Pemerintah Kota Di Latih Safety Driving Oleh Ditlantas Polda Kalsel

IMG-20260512-WA0683

 

Berita Aktual Kalimantan
Banjarbaru – 11/ 05 /2026.

Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan (Ditlantas Polda Kalsel) melatih keterampilan safety driving (keselamatan berkendara) kepada 100 driver lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel di Safety Driving Center (SDC) Banjarbaru.

“Pelatihan ini hasil kerja sama kita dengan pemprov untuk peningkatan keterampilan mengemudi para driver SKPD,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Dr M Fahri Siregar di Banjarbaru, Senin.

Pelatihan itu meliputi pemberian materi etika berlalu lintas, materi teknik dasar mengemudi mobil, uji simulator pengemudi hingga beragam teknik mengemudi mobil dalam berbagai kondisi jalan.

Sebelum mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, setiap peserta terlebih dahulu diwajibkan menjalani tes kesehatan dan psikologi.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol.Dr.,M.Fahri Siregar menyatakan pentingnya setiap pengemudi untuk memiliki keterampilan safety driving terlebih para driver pemerintahan mengingat peran vital mereka sebagai pengemudi yang kerap membawa kendaraan dinas dan di dalamnya terdapat pejabat pemerintah.

“Keselamatan aparatur sipil negara ketika di jalan raya ada di balik kemudi mereka, begitu juga bagi pengguna jalan lainnya,” tegas Fahri.

Dirlantas pun memastikan kesiapan SDC memberikan pelatihan safety driving bagi siapa pun baik pribadi maupun lembaga termasuk sektor swasta.

“Keselamatan berkendara kuncinya ada pada kompetensi pengemudi, di SDC masyarakat bisa belajar baik teori maupun praktik,” tambahnya.

Sementara Asisten II Setdaprov Kalsel Ariadi Noor mengatakan pelatihan keterampilan safety driving bagi 100 driver SKPD itu menjadi langkah strategis sebagai upaya peningkatan keselamatan di jalan raya.

“Driver SKPD harus menjadi teladan bagi pengguna jalan lainnya, jangan sampai justru sebaliknya sehingga pelatihan ini sangat penting upaya mencegah kecelakaan akibat kurangnya kompetensi pengemudi kita,” pungkas nya.

  • (Antara)