Halal Bihalal Lombok Sasak Sehati: Pererat Silaturahmi dan Kenalkan Budaya Gendang Beleq

IMG-20260405-WA0717

Berita Aktual Kalimantan
Banjarbaru, – Keluarga Besar Lombok Sasak Sehati sukses menggelar acara Halal Bihalal yang dipadukan dengan pagelaran seni budaya khas Lombok, Gendang Beleq. Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Jalan Karang Rejo RT 05 RW 01, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, pada Minggu (05/04/2026).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan berkumpul bersama di Lapangan Karangrejo, kemudian ditutup dengan arak-arakan atau pawai budaya Gendang Beleq yang memeriahkan suasana menuju lokasi utama.

Ketua Panitia Pelaksana, Jayadi, menyampaikan bahwa momen ini menjadi sangat penting untuk mempererat hubungan silaturahmi antarwarga masyarakat asal Lombok yang tinggal di perantauan.

“Kegiatan ini bukan sekadar Halal Bihalal biasa, tapi juga wadah untuk menyatukan kembali keluarga besar Lombok Sasak Sehati. Selain mempererat tali persaudaraan, kami juga ingin menampilkan kekayaan seni budaya asli daerah kami, salah satunya Gendang Beleq,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, acara ini dihadiri bukan hanya oleh warga yang bermukim di Banjarbaru, tetapi juga menjadi ajang reuni bagi para perantau Lombok yang tersebar di berbagai pelosok Kalimantan Selatan, seperti Tanah Bumbu dan wilayah lainnya.

“Target utama kami adalah memperkuat silaturahmi. Warga Sasak di sini tersebar di banyak daerah, jadi lewat acara ini kami ingin mempertegas rasa kebersamaan,” tambahnya.

Ia pun berharap antusiasme ini bisa memotivasi warga Lombok lainnya yang belum bergabung untuk segera menjadi bagian dari keluarga besar Lombok Sasak Sehati.

“Dengan semangat gotong royong dan kekompakan, kita bisa menyelenggarakan kegiatan positif sekaligus melestarikan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Lombok Sasak Sehati, Huzaipah Hasan, memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa penampilan Gendang Beleq juga bertujuan untuk mengenalkan budaya Sasak kepada masyarakat luas di Kalimantan Selatan.

“Gendang Beleq adalah ikon budaya Lombok yang mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Kalimantan. Lewat kegiatan ini, kami ingin memperkenalkannya agar semakin dikenal,” jelasnya.

Ke depannya, pihaknya juga berencana menampilkan kesenian lain yang tak kalah menarik, yaitu Peresean. Namun, penyajiannya akan disesuaikan terlebih dahulu mengingat seni ini mempertontonkan ketangkasan dengan unsur kontak fisik.

“Peresean itu seni bela diri khas kami. Karena ada unsur fisik, kami akan menyesuaikan cara penyampaiannya agar tetap aman dan menarik. Insya Allah ke depan bisa kami tampilkan,” katanya.

Huzaipah menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah serta membangun solidaritas yang kuat bagi komunitas Sasak di tanah perantauan.

“Kami ingin membangun ruang untuk saling mengenal, saling tolong-menolong, dan memberi manfaat bagi lingkungan. Kami juga sangat terbuka untuk bersinergi dengan berbagai suku yang ada di Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Tak lupa, ia mengajak generasi muda untuk turut serta menjaga warisan budaya agar tidak punah ditelan zaman.

“Kami akan terus mengajak anak muda untuk mencintai dan mempelajari budaya sendiri, sama seperti yang sudah menjadi tradisi sejak kecil di Lombok,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, populasi masyarakat keturunan Lombok di Kalimantan Selatan saat ini diperkirakan sudah mencapai angka lebih dari 220 ribu jiwa yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Ina.